Perulangan Fungsi for bersarang pada pemograman C

Fungsi for itu sendiri merupakan fungsi yang sering digunakan untuk membuat suatu program perulangan. Dengan kondisi pernyataan for:

For(batas awal perulangan; batas akhir perulangan ;jenis perulangan penambahan loop atau pengurangan dari nilai loop)

For(){

Printf(“”);

}

Contoh penerapan program,

Menampilkan nilai bilangan

1 2 3 4

1 2 3 4

1 2 3 4

Kemudian menampilkan nilai perulangan bilangan

1 1 1 1

2 2 2 2

3 3 3 3

Output dari fungsi perulangan tersebut berbeda, tapi prinsip untuk perulangannya tinggal bagaimana logika kita saja. Kedua tampilan sama-sama menampilkan nilai, tergantung kondisi for mana yg digunakan. Jika hanya untuk menampilkan nilai perulangan:

1 2 3 4 atau

1

2

3

4

Itu merupakan perkara yg sangat mudah. Tapi untuk sebuah program dasar ini yang benar2 harus dipahami. Inilah fungsi dari penggunaan for bersarang.

Perhatikan ouput bilangan ini:

1 2 3 4

1 2 3 4

1 2 3 4

Nah, syarat pada fungsi for tunggal adalah menampilkan baris yaitu bilangan 1, dan batas pada output ini menampilkan 3x perulangan (3 baris). Tp kenapa yang tampil tetap angka 1, dan penambahan nilai setiap kolom yang mengalami perulangan? Ini dia programnya untuk lebih memudahkan kita untuk memahami.

#include<stdio.h>

#include<stdlib.h>

int main(void){

int x,y;

for(x=1;x<=3;x++)

{

for(y=1;y<=4;y++)

printf(” %d “,y);

printf(“\n”);

}

system(“pause”);

return 0;

}

Dari source program diatas bisa kita pahami dengan mudah. Lihat fungsi cetak printf bahwa nilai variable “y” yang akan dicetak setelah melalui fungsi perulangan, yang berarti maksud dari program ini nilai looping x dari angka 1 sampai 3, dan untuk setiap baris yang ditampilkan mengandung perulangan dengan batasan sampai fungsi perulangan bersarang for batasan y=4. Sehingga nilai perulangan dalam setiap baris menampilkan nilai perulangan dengan batasan y. dan untuk tampilan

1 1 1 1

2 2 2 2

3 3 3 3

Tinggal menggantikan fungsi cetak dengan variable “x”, karena program akan menampilkan nilai sebanyak perulangan “y” dengan nilai yang ditampilkan sesuai dengan batasan “x”.

Untuk kasus kedua, contoh pemograman sederhana for bersarang dalam bentuk lain dengan output:

0

1 1

2 2 2

3 3 3 3

3 3 3 3

2 2 2

1 1

0

Untuk tampilan seperti ini hanya memodifikasi source diatas, hanya perbedaanya program ini ditampilkan menggunakan fungsi perulangan decrement dan increment.

#include<stdio.h>

#include<stdlib.h>

int main(void){

int x,y;

for(x=1;x<=3;x++)

{

for(y=1;y<=x;y++)

printf(” %d “,y);

printf(“\n”);

}

for(x=3;x>=0;x–)

{      for(y=0;y<=x;y++)

printf(” %d “,x);

printf(“\n”);

}

system(“pause”);

return 0;

}

Selanjutnya untuk output program seperti dibawah ini;

=> 1. 1

=> 2. 2 2

=>3. 3 3 3

=>4. 4 4 4 4

=>5. 5 5 5 5 5

=>4. 4 4 4 4

=>3. 3 3 3

=>2. 2 2

=>1.1

#include<stdio.h>

#include<stdlib.h>

int main(void){

int x,y;

for(x=1;x<=5;x++)

{     printf(” => %d. “,x);

for(y=1;y<=x;y++)

{printf(” %d “,x);

}

printf(“\n”);}

for(x=4;x>0;x–)

{  printf(” => %d. “,x);

for(y=1;y<=x;y++){

printf(” %d “,x);

}

printf(“\n”);

}system(“pause”);

return 0;

}

Program terakhir contoh sederhana dari penggunaan for, mudah2an dari program ini kita bisa mengembangkan penggunaan fungsi for bersarang

1   2   3   4   5

6  7   8    9  10

11 12 13  14 15

16 17 18 19  20

21 22 23 24 25

25 24 23 22 21

20 19 18  17 16

15  14 13  12 11

10 9   8    7   6

5   4   3    3   1

Semoga dengan program ini lebih memudahkan kita untuk memahami fungsi for bersarang, dengan source program:

#include<stdio.h>

#include<stdlib.h>

int main(void){

int x,y,j=1;

for(x=1;x<=5;x++)

{for(y=1;y<=5;y++)

{printf(“%d “,  j);

j++;}

printf(“\n”);}

for(x=5;x>=1;x–)

{for(y=1;y<=5;y++)

{printf(“%d “,  j-1);

j–;}

printf(“\n”);}

system(“pause”);

return 0;

}